• KULMIN 😎

Meningkatkan Penjualan Dropship dengan Rebranding Produk

Dropship sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, itulah kenapa bisnis ini banyak diminati. Sistem dropship adalah sistem jual beli online dimana kamu sebagai dropshipper menjadi perantara antara supplier dan pembeli. Kamu bisa menjual kembali produk-produk milik supplier tanpa harus beli dan stok barangnya.


Ada beberapa hal yang menjadi faktor suksesnya bisnis dropship, salah satunya dengan rebranding. Apa itu rebranding? Rebranding adalah usaha untuk merubah sebagian atau seluruh aspek brand (merek) yang sudah ada sehingga menjadi lebih baik dan menarik.


Untuk mengetahui tentang rebranding beserta keuntungannya untuk dropshipper, simak selengkapnya di bawah ini!


Fungsi Rebranding untuk Dropship


Rebranding diperlukan untuk para pelaku dropship agar mereka memiliki identitas merek (brand identity) sendiri. Selain itu supaya produk jualan jadi terlihat lebih profesional dan menarik. Berikut fungsi rebranding untuk dropship:

  1. Membedakan dengan supplier dan kompetitor

  2. Mengikuti perkembangan trend

  3. Memperluas target konsumen



Kelebihan dan Kekurangan Rebranding


Setiap hal tentu ada kelebihan dan kekurangannya, termasuk dalam rebranding. Memang ada apa saja sih? Yuk, cek dulu!


Kelebihan

  1. Tampil beda dari kompetitor

  2. Potensi untuk menarik lebih banyak calon konsumen

  3. Menguatkan identitas brand untuk lebih dikenal

  4. Membantu mencapai tujuan baru

  5. Memberikan kesan fresh dan profesional dalam bisnis


Kekurangan

  1. Perlu waktu, niat dan modal yang bervariasi

  2. Untuk dropshipper baru, butuh kesabaran untuk meniti dan memperkenalkan brand dari 0


Cara Rebranding untuk Bisnis Dropship


Rebranding tidak hanya dengan cara mengganti nama atau logo. Tetapi juga menetapkan tujuan yang diinginkan serta memiliki identitas yang jelas.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau kamu mau rebranding untuk bisnis dropship adalah sebagai berikut:


1. Riset pasar

Riset pasar penting untuk mengetahui target pasar yang paling tepat. Jika sudah mengetahui target dengan detail, kamu bisa merancang strategi pemasaran dan rebranding produk lewat logo/packaging baru yang menarik dan sesuai.


2. Analisis kompetitor

Analisis kelebihan serta kekurangan dari produk kompetitor. Setelah itu cek siapa konsumen mereka, strategi pemasaran yang dilakukan dan cara mereka berkomunikasi dengan konsumen.

Dengan data tersebut kamu bisa mulai masuk ke target pasar kompetitor. Kamu juga bisa tampil beda dan keren dibandingkan kompetitor dengan branding baru,


3. Mendesain logo dan nama brand/toko

Rebranding tidak lengkap tanpa desain logo baru, packaging baru serta nama toko yang mencerminkan visi misi kamu. Untuk dropshipper, akan sangat bagus kalau kamu bisa desain ulang logo toko dan tampilan produk.

Kalau gak mau repot, bisa ganti stikernya saja atau berkoordinasi dengan supplier kamu. Setidaknya, kamu punya nama toko sendiri sehingga pelanggan kamu akan lebih mudah mengenal dan mengingat toko serta barang jualan kamu.


4. Membuat toko/katalog online

Buatlah toko/katalog online sendiri. Dropship biasanya dapat materi penjualan dari pemasok. Kamu bisa edit dan atur sendiri tampilan katalog kamu supaya beda dan terlihat lebih ‘niat’.


5. Strategi pemasaran

Kamu bisa belajar dan cari referensi melalui poster iklan di internet serta pemasaran online melalui media sosial dan e-commerce. Perhatikan kapan biasanya pelaku usaha atau kompetitor kamu gencar melakukan pemasaran, lalu apa saja promo yang dipakai, copywriting serta platform yang digunakan.


Contoh Rebranding Produk untuk Dropshipper


Source: Freepik


Misal, kamu ingin menjual kembali parfum dari supplier yang tak ada mereknya. Pemasok parfum ini hanya menyediakan foto, daftar harga dan deskripsi saja, tidak ada brand identity yang berkesan. Bagaimana cara kamu menaikkan penjualan dengan rebranding produk?


Kamu bisa kumpulkan foto-foto produk dan upload di sosial media. Lalu, buatlah katalog online, contohnya di Instagram atau di WhatsApp Business. Kamu bisa ganti nama parfumnya dengan tema dan nama yang menarik.


Contohnya, tema astrologi atau zodiak. Pisahkan kategorinya jadi 2 jenis; parfum unisex dan parfum wanita.


Lalu, setiap nama parfum diberikan deskripsi yang sesuai. Ambil contoh, Libra Perfume.


Nama produk: Libra Perfume.


Deskripsi : Parfum ini diformulasikan untuk kamu para Libra yang selalu tampil aktif, asyik dan percaya diri. Dengan wangi fresh dan feminine, parfum ini akan cocok menemani kamu sepanjang hari!


Harga : 50.000/bottle


Nah, rebranding kamu ini jelas lebih bagus dan berbeda dari supplier kamu. Walaupun kamu gak perlu stok dan bungkus produknya, kamu tetap bisa rebranding. Jangan lupa berikan promosi seperti untuk 20 pembeli pertama akan mendapatkan 2 sample parfum gratis dan lain sebagainya.


Kalau mau lebih niat, kamu bisa jadi reseller dan membeli produk dari supplier dengan harga khusus. Tinggal ganti desain packaging produk dan sesuaikan dengan keinginan. Namun, hal ini tentunya membutuhkan modal awal.


Nah, gimana? Kamu lebih tertarik untuk berbisnis jadi dropship atau reseller? Komen di bawah ya!



Salam CUAN,


Kulmin.



Article written by Anisa Ramadhani






6 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua